28 KK Korban Badai Seroja di Waisika Alor, Terancam Tidak Dapat Bantuan

oleh -21 views
Perumahan Warga yang rusak akibat bencana Seroja di Waisika Alor (Dok.2 Mahensa-Express.Com

Mahensa-Express.Com-Alor, Hingga saat ini sekitar 28 Kepala Keluarga korban Bencana Seroja di Desa Waisika Alor belum menerima bantuan Hunian Tetap (Huntap)dari Pemerintah. Dampak bencana Seroja di Desa Waisika sangat berat, banyak warga warga yang kehilangan harta benda termasuk rumah yang rusak dan hilang akibat terseret banjir.

Beberapa warga korban Badai Seroja di Desa Waisika kepada, Mahensa Express.Com di Desa Waisika, Senin (11/07/2022) mengatakan hingga saat ini belum menerima uang pengganti kerusakan bangunan maupun Hunian Tetap (Huntap) sesuai janji pemerintah saat Badai Seroja pada Tahun 2021 lalu.

Imanuel Laupai, salah satu korban Badai Seroja di Desa Waisika kepada Mahensa-Express.Com, mengatakan Bencana Badai Seroja di Kecamatan Alor Timur Laut khusuanya Desa Waisika sangat berat karena banyak rumah penduduk yang mengalami rusak berat dan hilang terbawa banjir bandang.

Dijelaskan oleh Laupai bahwa di Desa Waisika ada 28 KK korban Bencana Seroja yang belum menerima bantuan baik uang maupun Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah. Laupai merasa heran karena warga korban terdampak bencana tidak terima bantuan tapi keluarga perangkat desa yang bukan korban bencana Badai Seroja dapat bantuan. Sekarang pemerintah sudah mulai bangun Hunian Tetap untuk masyarakat tapi bukan untuk korban Badai Seroja tapi untuk orang-orang yang tidak terdampak Badai Seroja,”ucap Laupai.

“Dia berharap Pemerintah Kabupaten Alor jangan hanya datang lihat kondisi masyarakat korban bencana, tapi saat salurkan bantuan Hunian Tetap yang dapat bantuan hanya keluarga perangkat Desa Waisika yang tidak masuk dalam kategori korban Badai Seroja. Lanjutnya, harusnya saat salurkan bantuan (Huntap) pemerintah harusnya lebih prioritaskan masyarakat terdampak langsung bukan orang-orang yang tidak masuk dalam kategori penerima bantuan. “Aneh masa orang yang tampung pengungsi dapat bantuan tapi pengungsi sendiri tidak dapat, apakah kami bukan warga Indonesia. Tolong segera realisasikan bantuan untuk korban terdampak langsung Bencana Badai Seroja,”ujarnya.

Dia berharap Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor, Dinas Perumahan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD NTT dan BPBD Alor serta kementerian dan Dinas instansi terkait segera memikirkan nasib 28 KK terdampak langsung bencana di Desa Waisika yang namanya hingga saat ini belum masuk dalam daftar penerima Huntap maupun penerima bantuan seperti yang di janjikan oleh pemerintah melalui Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di Kompas TV, Sabtu (10/4/2021) lalu.

Semuel Samoy, Ketua RW 2 Dusun 1 Desa Waisika Korban Badai Seroja lainnya mengatakan sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) di RW 02 Desa Waisika Kecamatan Alor Timur terdampak langsung Badai Seroja. Pemerintah sudah mulai bangun Huntap tapi bukan untuk korban Badai Seroja tapi orang-orang yang bukan memdapat dampak langsung Badai Seroja. Apakah bantuan yang pemerintah salurkan untul korban bencana ataukah untuk orang-orang yang tampung pengunsi saat terjadi Badai Seroja. Dia berharap pemerintah segera data ulang warga korban bencana sehingga ada pemerataan keadilan.

Masyarakat Korban badai seroja di Waisika Alor belum dapat bantuan Huntap (Dok.3 Mahensa-Express.Com)

Florinda Maitang,Jumina Laupai dan Agustina Maiko 3 korban Bencana Seroja lainnya di Desa Waisika mengatakan untuk apa pemerintah turunkan bantuan Huntap kalau yang dapat adalah orang-orang yang tidak terdata dalam daptar korban terdampak langsung. Kami juga bingung pemerintah salurkan bantuan pada saat kami sudah bangun rumah dengan cara swadaya bahkan diantara kami ada yang harus berutang untuk merenovasi bangunan karena faktor kebutuhan. Kami bersyukur ada korban terdampak yang pada waktu lalu dapat bantuan dari Keuskupan Agung Kupang sehingga beberapa rumah warga terdampak langsung sudah dilakika renovasi.
Kami terpaksa bangun rumah dan renovasi rumah secara swadaya karena menunggu berlarut-larut tapi anehnya saat pemerintah mulai bangun Huntap bukan ganti uang sesuai pernyataan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi tapi Bangun Huntap bagi warga yang bukan terdampak Badai Seroja, lebih gila lagi keluarga perangkat Desa Waisika. Kalau pemerintah tidak berniat bantu sebaiknya sampaikan kepada masyarakat agar masyarakat tidak berharap.

Menurut informasi dalam waktu dekat akan ada peresmian Huntap di Kecamatan Pantar Tengah dan Kecamatan Pantar Timur Kaupaten Alor, terus bagaimana nasib kami 28 KK di Desa Waisika yang hingga saat ini belum masuk dalam daftar penerima bantuan. Apakah kami bukan masyarakat Kabupaten Alor? Ataukah menurut pemerintah desa hingga pemerintah pusat, kami bukan warga terdampak langsung Badai Seroja,”paparnya.(***)

 

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.