Dinas Kelautan Dan Perikanan Alor Akan Bantu Nelayan Terdampak Badai Seroja.

oleh -424 views

Mahensa-Express.Com-Kalabahi, Manajemen pengelolaan suatu Kawasan Konservasi Perairan Laut Daerah (KKPD) dalam implementasinya harus menganut prinsip kehati-hatian, termasuk kehati-hatian dalam penegakan hukum.

Hal ini disampaikan oleh, Wan Djafar, S.Pi selaku Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil kepada Mahensa-Express.Com, Senin (26/04/2021). Dikatakan bahwa saat ini kita mesti bijak karena banyak nelayan kecil dan nelayan tradisional yang sarana prasarana alat penangkapan ikannya hancur tersapu badai seroja, termasuk rumpon,rakit dan bagan bahkan tempat tinggal nelayan ikut terdampak.

Wan Djafar mengajak semua stakeholder untuk bergandengan tangan meringankan beban nelayan, saat ini paling penting adalah mengutamakan tanggap darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi sarana prasarana nelayan termasuk mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah yang dihadapi nelayan.

Dikatakan oleh, Wan Djafar bahwa nelayan kecil dan nelayan tradisional adalah tuan rumah yang eksistensi dan haknya diakui serta dilindungi oleh Negara. Hal ini terdapat dalam Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 2016 yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan kecil, nelayan tradisional, pembudidaya ikan dan petambak garam,” ucapnya.

Pengalaman mengajarkan kepada kita semua bahwa pola penegakan hukum dalam wilayah KKPD lebih efektif jika pendekatannya bottom up, sesuai amanat Undang-Undang yaitu mendatangi, melakukan sosialisasi dan menfasilitasi para nelayan” ujarnya.

Pemerintah daerah kabupaten alor melalui dinas kelautan dan perikanan akan melakukan langkah-langkah untuk mengurangi beban rumah tangga nelayan kecil dan nelayan tradsional yang terdampak badai seroja, karena memang kondisi ini membuat mereka merasakan kesulitan ekonomi.

Untuk itu dalam tahun ini perioritas bantuan sarana prasarana penangkapan ikan berupa Gill Net, Cool Box dan Kapal ikan akan diberikan kepada para nelayan yang terkena dampak badai seroja.

Dijelaskan bahwa bagaimana mungkin nelayan bisa melakukan aktivitas menangkap ikan, sementara pada saat yang sama mereka harus kehilangan sarana prasarana penangkapan ikan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Alor ingin terus menjamin keberlangsungan usaha dan hidup nelayan skala kecil dan nelayan tradisional yang mencari nafkah dalam wilayah pengelolaan KKPD.

Dalam waktu dekat Dinas KKP Alor akan melakukan upaya untuk tanggulangi kesulitan para nelayan di desa dan kelurahan terdampak seperti, Desa Kangge, Kelurahan Binongko, Kelurahan Kalabahi Barat, Kelurahan Kabir,Desa Levokisu dan Desa Tamakh dengan DANA DAK dan DAU untuk pengadaan sarana prasarana penangkapan ikan bagi nelayan. Untuk beberapa titik terdampak diharapkan dapat dilakukan penyaluran bantuan dalam waktu dekat. Dari semua desa dan kelurahan yang ada Desa Tamakh menempati jumlah terbanyak diikuti Kelurahan Kabir,”ucapnya.

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.