Kadis Gomangani, Kantor Perpustakaan Alor Segera Miliki Sertifikat Tanah.

oleh -295 views

Mahensa-Express.Com-Kalabahi, Kantor Dinas Kearispan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Kamis (25/02/2021) di Kelurahan Welai Timur melakukan proses pensertifikatan tanah Kantor Perpustakaan Daerah. Kadis Kearsiapan dan Perpustakaan Kabupaten Alor,Osias Gomangani,SE,MM kepada Mahensa-Express.Com mengatakan Kantor Perpustakaan berdiri pada Tahun 2007 dan baru dilakukan (Merger) proses penggabungan pada Tahun 2008. Sejak 2007 hingga 2021 kantor ini belum memiliki sertifikat tanah, dan pada Kamis (25/02/2021) ini dilakukan pensetifikatan menjadi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah
tanah Kantor Perpustakaan yang bernaung dibwah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor.

Dijelaskan oleh Kadis, Gomangani bahwa
sertifikat tanah Kantor Perpustakaan harus ada karena setiap Organisasi Perangkat Daerah yang mengusulkan Dana DAK dan dana-dana sejenisnya dari pusat untuk program pembangunan sarana prasarana dan kebutuhan lainnya, syarat utama yang hrus dipenuhi adalah kepemilikan sertifikt tanah dan juga sebagai pengamanan aset daerah.

Menurut, Kadis Gomangani tanah ini awalnya milik masyarakat atas nama, Luter Maarang tetapi kemudian dibelih oleh Pemda Alor. Setelah di penggabungan dengan Kantor Kearsipan sudah punya sertifikat tapi Perpustaakaan belum mempunyai sertifikat sehingga baru dilakukan pensertifikatan tanah pada hari ini. Dia berharap setelah Perpustakaan memiliki sertifikat tanah semua proses usulan program berbasis dana-dana pusat dan kementerian dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencna.
Deangan adanya sertifikat Kantor Perpustakaan Alor akan semakin memperjelas status kepemilikan tanah. Tanah ini benar-benar telah dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Alor sejak tahun 2005.

Kabid Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Alor, Amrullah Bay,SE

Kabid Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Alor, Amrullah Bay,SE dihubungi wartawan mengatakn tanah Kantor Perpustakaan dibeli pada Tahun 2005 dari Luter Maarang, dengan harga Rp.95.8.23000. Proses pensertifikatan tbaru dilakukan karena selama ini pensertifikatannya belum di urus.

Menurut Kabid, Amrullah Bay
keseluruhan tanah Pemda Alor adalah 620 bidang tanah yang sudah bersertifikat 301 sisanya 319 belum bersertifikat termsuk tanah sekolah, puskesmas dan polindes termasuk Kantor Bupati Alor terkendala karena bagian barat dari Kantor Bupati Alor adalah tanah milik Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) saat ini sementara dalam proses hibah, setelah ada dokumen hibah akan dilakukan proses pensertifikatan tanah. Proses srmentara berjalan dan sudah ada persetujuan dari Kemenkum HAM(***)